Penyeimbangan Harga Komoditas Saat Ramadhan

Penyeimbangan Harga Komoditas Saat Ramadhan – Kenaikan harga bakan pokok saat menjalang bulan ramadhan menjadi salah satu hal yang paling sering dikeluhkan oleh masyarakat Indonesia.

Pemerintah menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok (bapok) menjelang Ramadan dan Lebaran 2021. Menteri Perdagangan http://162.214.117.184/ (Mendag) Muhammad Lutfi menjelaskan, pihaknya akan menghitung, menganalisis, mengendalikan, serta mengeksekusi rencana guna memastikan kecukupan suplai dengan harga yang stabil.
Penyeimbangan Harga Komoditas Saat Ramadhan
“Dari hasil pantauan kami secara nasional, menjelang Ramadan dan Lebaran tahun ini,  ketersediaan serta harga bapok terpantau aman dan stabil,” jelasnya dalam konferensi pers yang dilaksanakan secara virtual, pada Senin (15/3/2021).
Ia mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi secara intensif dengan asosiasi produksi, penjual, distribusi, dan seluruh pemangku kepentingan terkait lainnya guna memastikan ketersediaan bahan pokok nasional.

1. Harga komoditas beras, gula, dan cabai merah dipastikan stabil

Lebih lanjut Lutfi mengatakan, saat ini beberapa komoditas seperti beras dan gula menjadi perhatian pemerintah untuk diantisipasi stabilitas harga dan kecukupan pasokannya. Ia memastikan harga komoditas tersebut akan stabil.
“Hal itu disebabkan pada Maret ini kita akan memasuki masa panen beras, sedangkan  untuk gula proses impor raw sugar akan masuk dan menambah stok dan gula yang telah digiling akan masuk ke pasar. Dengan begitu, harga gula akan kembali stabil menjadi  Rp12.500/kg sesuai harga eceran tertinggi (HET),” terang Mendag.
Setelah sempat mengalami kenaikan harga akibat cuaca yang merusak panen di sejumlah sentra seperti Tuban, Kediri, dan Blitar di Jawa Timur, serta Wajo, Sulawesi Utara, harga cabai merah di pasaran saat ini sudah mulai turun karena akan memasuki masa panen.
“Saya pastikan juga, bila nanti ada kenaikan harga, itu sifatnya sporadis. Kami pastikan stok selalu tersedia dan kita akan  melihat penurunan harga yang baik hingga Lebaran nanti,” pungkas Lutfi.

2. Kemendag fokus kepada tiga langkah strategis utama

Presiden Jokowi juga meminta Kemendag untuk terus menjaga dan memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok di seluruh wilayah dengan harga yang stabil serta terjangkau.
Ia menilai, kesetaraan harga di daerah-daerah pinggiran harus selalu diperbaiki. Selain itu, Kemendag juga perlu mengantisipasi kondisi menjelang Ramadan dan Idulfitri yang sebentar lagi tiba.
Menurut Mendag Lutfi, dalam menyikapi dinamika sektor perdagangan saat ini, Kemendag akan selalu  berperan aktif mendukung pemulihan ekonomi 2021 dari dampak pandemik COVID-19. Ia menjelaskan bahwa pihaknya akan fokus pada tiga langkah strategi utama.
“Kemendag akan fokus kepada tiga langkah strategis utama, yaitu menjaga pasokan dan stabilisasi harga barang kebutuhan pokok dan penguatan pasar dalam negeri, meningkatkan ekspor nonmigas dan membuka akses pasar nontradisional, serta membantu dan memperkuat para UMKM untuk bersaing di pasar ekspor nonmigas melalui berbagai fasilitas,” jelasnya.

3. Terus mendorong dan mendukung pelaku UMKM

Selain itu, Kemendag kini juga tengah fokus mendukung keberlangsungan para pelaku UMKM untuk melakukan ekspor dan meningkatkan daya saingnya, termasuk dari segi kualitas dan kemasan produksi yang dihasilkan.
Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari arah Presiden Joko Widodo yang meminta agar pasar ekspor Indonesia semakin diperluas dengan mengembangkan wilayah ekspor ke pasar-pasar nontradisional.
Sebelumnya, Presiden Jokowi sempat meminta jajaran Kemendag untuk memiliki kebijakan dan strategi pengembangan pasar produk nasional. Salah satunya dengan mendukung program Bangga Buatan Indonesia. Menurutnya, pusat perbelanjaan dan mal harus terus didorong memberikan ruang khusus untuk produk  dalam negeri, khususnya UMKM. (CSC)