Manggis Kena Dampak Virus Corona

Manggis Kena Dampak Virus Corona

daftarhargakomoditas.web.id Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Manggis Kena Dampak Virus Corona. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Manggis Kena Dampak Virus Corona

Pemerintah menghentikan impor produk dari China seiring wabah Virus Corona. Pengusaha mengungkapkan, usai pelarangan sejauh ini kegiatan ekspor impor masih berjalan normal, kecuali hewan hidup.”Hingga saat ini, yang banyak diimpor adalah barang-barang elektronik. Ekspor-impor barang juga masih berjalan kecuali hewan hidup dan pertukaran manusia dari dan ke China,” ujar Ketua Umum Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI), Anton Sihombing,Jumat (7/2/2020).Penghentian impor sementara dari China terkait Virus Corona memberikan kekhawatiran banyak pihak. Spekulasi muncul jika kebijakan ini bisa mendorong kenaikan harga produk di pasar lokal mengingat ketersediaan barang yang berkurang.

Namun Anton melihat harga pasar saat ini masih relatif stabil seperti biasa. Meski, dia berharap pemerintah mengkaji kembali kebijakan impor bahan pangan, seperti holtikultura dan bahan makanan dari daging.”Kami meminta supaya impor seperti buah-buahan dan makanan itu agar lebih dicermati oleh pemerintah. Kami yakin selanjutnya akan diambil langkah-langkah yang sesuai perkembangan,” jelas dia.Pemerintah diharapkan dapat membaca situasi dengan kondisi virus corona yang sudah menjalar ke beberapa negara.

“Antara lain yang perlu dicermati adalah barang-barang import hortikultura dan makanan-makanan. Orang juga minta agar bawang putih diambil dari luar China. Kami yakin pemerintah mampu mengatasi hal ini dengan mengambil langkah-langkah kongkrit atau alternatif lain untuk menghindari kerugian-kerugian yang berdampak pada negara,” ungkap dia.Pemerintah terus melakukan upaya untuk mencegah masuknya virus corona yang berasal dari Wuhan, China ke Indonesia. Salah satunya, dengan mengeluarkan larangan mengimpor hewan hidup dari China.Larangan impor ini diambil untuk mengantisipasi penyebaran virus corona dari hewan. Pasalnya, penyebaran virus yang menewaskan ratusan orang di China itu diduga tak hanya melalui manusia saja melainkan juga hewan.

“Terkait Kementerian Perdagangan karena disampaikan metode transmisi penyakit melalui human to human dan wild animal, kebijakan pemerintah melarang impor live animal dari Tiongkok,” kata Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat, Selasa (4/2/2020).Pemerintah, kata dia, akan mengembalikkan hewan yang saat ini dalam proses pengiriman dari China ke Indonesia. Kebijakan ini hanya berlaku untuk hewan saja, sementara impor barang, produk holtikultura, hingga buah-buahan masih diperbolehkan.”Perdagangan barang karena tidak terkait dengan penularan, maka perdagangan akan terus berlanjut dan juga termasuk holtikultura seperti bawang putih dan buah-buahan,” jelas Airlangga.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, menutup sementara impor produk ikan dari China untuk mengantisipasi menyebarnya virus Corona ke Indonesia.Keputusan moratorium impor produk China, menurutnya, wajar untuk kepentingan keamanan warga Indonesia.”Sementara kita sedang mendata sejauh ini belum ada masalah,” ujar Menteri Edhy kepada awak media saat ditemui dalam acara Rapat Kerja Pengawas (Rakerwas) di Gedung Mina Bahari III, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Selasa (4/2/2020).Selain itu, pihak kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah membentuk satuan tugas (Satgas) untuk memperkuat pengawasan terhadap izin produk-produk impor dari wilayah asal virus corona. Saat ini ada 10 pintu masuk impor produk ikan.

Dampak dari penyebaran Virus Corona semakin meluas. Setelah sebelumnya terjadi pembatalan penerbangan, disusul dengan pemberhentian sementara ekspor-impor dari dan ke China.Salah satu dampak dari pemberhentian sementara ekspor-impor adalah pada aktivitas ekspor buah manggis. Dimana permintaan dari China menurun drastis bahkan berhenti selama wabah Corona.Menurut Ketua Umum Asosiasi Eksportir Sayur dan Buah, Hasan Johny Wijaya, keadaan di China sedang tidak kondusif, sehingga warga tidak terlalu perduli untuk membeli buah manggis.“Manggis itu kan jadi salah satu buah yang mewah dan istimewa buat mereka. Jadi untuk berfoya foya, makan makanan yang mewah dan istimewa saya rasa mereka udah tidak mood di saat-saat sekarang ini,” jelas dia di Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Baca Juga : Strategi Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sampai 2024

Hasan mengatakan bahwa para ekportir China tidak berani impor lagi. Penjualan disana juga menurun sebab tidak banyak warga yang keluar rumah apalagi untuk membeli buah manggis.“Mereka itu udah gak konsen ya, karena kan mereka lagi menangani virus corona itu. Jadi sekarang di beberapa kota dari mereka, mereka gak berani keluar rumah. Jadi pasti otomatis penjualan itu akan turun.” Tambah Hasan.Terkait dengan perjanjian kerjasama, Hasan mengatakan hal ini termasuk cost major. Sehingga masing-masing pihak baik eksportir maupun importir dapat memahami situasinya.

Wabah virus Corona yang tengah melanda Cina dan sejumlah negara di dunia, ikut memukul kegiatan ekspor impor. Seperti di Indonesia, wabah ini berdampak pada ekspor buah manggis asal Tasikmalaya, Jawa Barat.Para eksportir manggis terpaksa melempar barang kualitas ekspor ke pasar dalam negeri, untuk menghindari kerugian yang cukup besar, dari ancaman busuk.Husni Tamrin (40), salah satu pegawai PT AFA, eksportir manggis dari Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya mengatakan, sejak merebaknya virus Corona pekan lalu, perusahaannya langsung menghentikan kiriman ke negeri Panda tersebut.”Ada pemberitahuan perusahaan dari China jangan kirim dulu,” ujar dia, menirukan alasan keterangan yang disampaikan pihak importir China, Rabu (29/1/2020).

Berdasarkan keterangan yang diterima perusahaannya, wabah Corona menyebabkan aktivitas warga kota Wuhan dan sebagian besar wilayah China lainnya tampak lesu.”Infonya tidak ada aktivitas warga yang keluar rumah, sebab takut,” ujar dia,Sebagai eksportir manggis sejak lima tahun lalu, wabah virus Corona kali ini cukup memukul perusahaannya. Padahal, selama ini progres ekspor manggis terbilang lancar. “Apalagi barang di agen sudah banyak, kami terpaksa hentikan,” kata dia.Saat ini, jumlah kiriman ekspor buah manggis PT AFA ke negeri tirai Bambu itu mencapai 120 ton per bulan atau sekitar 30 ton per minggu, sehingga penghentian ekspor cukup mengganggu kinerja perusahaan.”Buat kami jelas rugi, sebab pegawai harus tetap dibayar, begitu pun agen yang biasa mengirim,” kata dia.

Related posts