Kayu

Kayu

Kayu – Kayu adalah bagian batang atau cabang serta ranting tumbuhan yang mengeras karena mengalami lignifikasi (pengayuan).

Kayu digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari memasak, membuat perabot (meja, kursi), bahan bangunan (pintu, jendela, rangka atap), bahan kertas, dan banyak lagi. Kayu juga dapat dimanfaatkan sebagai hiasan-hiasan rumah tangga dan sebagainya.

Penyebab terbentuknya kayu adalah akibat akumulasi selulosa dan lignin pada dinding sel berbagai jaringan di batang.

Ilmu kayu (wood science) mempelajari berbagai aspek mengenai klasifikasi kayu serta sifat-sifat kimia, fisika, dan mekanika kayu dalam berbagai kondisi penanganan.

Beberapa jenis kayu dipilih karena bersifat kedap air, isolator, dan mudah dibentuk.

Sejarah Kayu

Tumbuhan berkayu muncul di alam diperkirakan pertama kali pada 395 hingga 400 juta tahun yang lalu. Manusia telah menggunakan kayu untuk berbagai kebutuhan sejak ribuan tahun, terutama untuk bahan bakar dan bahan konstruksi untuk membuat rumah dan senjata serta sebagai bahan baku industri (misal pengemasan dan kertas). Kayu bisa dijadikan referensi sejarah mengenai kondisi iklim dan cuaca pada masa pohon tersebut tumbuh melalui variasi jarak antar cincin pertumbuhan.

Kayu Keras Dan Kayu Lunak

Ada kaitan yang erat antara sifat-sifat kayu dengan sifat jenis pohon yang menghasilkannya. Kerapatan (densitas) kayu bervariasi menurut spesiesnya dan menentukan kekuatan kayu tersebut. Kayu mahoni dan jati, misalnya, memiliki kerapatan sedang hingga tinggi, sehingga baik untuk diolah sebagai furniture dan kayu konstruksi. Akan tetapi kayu dadap dan kapuk kerapatannya rendah, sehingga hanya layak untuk membuat begisting atau penggunaan lain yang tidak memerlukan banyak kekuatan.

Namun, pengertian ‘kayu keras’ dan ‘kayu lunak’ dalam bahasa Inggris (yakni hardwood dan softwood, berturut-turut) lebih terkait dengan kelompok tumbuhan yang menghasilkannya. Hardwood dihasilkan oleh jenis-jenis pohon berdaun lebar (kelompok dikotil), sedangkan softwood dihasilkan oleh pohon-pohon berdaun jarum (konifer). Dalam kenyataannya, jenis-jenis ‘kayu keras’ tertentu, yang memiliki kerapatan rendah, bisa jadi lebih lunak daripada beberapa jenis ‘kayu lunak’ berkerapatan tinggi.

Harga Kayu

Curah hujan tinggi dan banjir yang melanda beberapa daerah di Indonesia dan Malaysia mendongkrak tajam harga komoditas kayu. Hujan dan banjir mengakibatkan berkurangnya suplai kayu dari dua negara yang merupakan eksportir terbesar kayu tropis di dunia tersebut.”Dengan minimnya bahan baku kayu, harga kayu potong dan plywood naik 25-30 persen,” demikian dikemukakan International Tropical Timber Organisation dalam jurnal yang diterbitkannya seperti dikutip kantor berita AFP.Selain hujan dan banjir, harga produk kayu Indonesia yang diekspor terutama plywood naik tajam akibat upaya pemberantasan pembalakan liar (ilegal logging). Aksi ilegal logging tersebut juga ditengarai sebagai penyebab terjadinya banjir karena berkurangnya hutan.Sementara di Malaysia, banjir yang terjadi di wilayah Johor berdampak serius terhadap produksi furnitur Malaysia. Hujan deras dan banjir juga melanda wilayah Pahang yang merupakan penghasil kayu mentah dan kayu potong.”Kerugian idustri kayu Malaysia akibat banjir masih terus dihitung, diperkirakan hasilnya akan diketahui dalam tiga bulan mendatang,” demikian tertulis dalam newsletter tersebut.Dari sisi permintaan, Menteri Perusahaan dan Perladangan Malaysia Peter Chin mengatakan kenaikan harga komoditas kayu internasional juga dipicu meningkatnya permintaan di Timur Tengah. Peningkatan tersebut terjadi akibat boom konstruksi di wilayah tersebut.

Related posts