Kapas

Kapas

Kapas – Kapas (dari bahasa Hindi kapas, sendirinya dari bahasa Sanskerta karpasa) adalah serat halus yang menyelubungi biji beberapa jenis Gossypium (biasa disebut “pohon”/tanaman kapas), tumbuhan ‘semak’ yang berasal dari daerah tropika dan subtropika. Serat kapas menjadi bahan penting dalam industri tekstil. Serat itu dapat dipintal menjadi benang dan ditenun menjadi kain. Produk tekstil dari serat kapas biasa disebut sebagai katun (benang maupun kainnya).

Serat kapas merupakan produk yang berharga karena hanya sekitar 10% dari berat kotor (bruto) produk hilang dalam pemrosesan. Apabila lemak, protein, malam (lilin), dan lain-lain residu disingkirkan, sisanya adalah polimer selulosa murni dan alami. Selulosa ini tersusun sedemikian rupa sehingga memberikan kapas kekuatan, daya tahan (durabilitas), dan daya serap yang unik namun disukai orang. Tekstil yang terbuat dari kapas (katun) bersifat menghangatkan di kala dingin dan menyejukkan di kala panas (menyerap keringat).

Produksi

Sekarang ini kapas diproduksi di banyak tempat di dunia, termasuk Eropa, Asia, Afrika, Amerika, dan Australia, menggunakan tanaman kapas yang telah dipilih jadi dapat menghasilkan lebih banyak fiber. Pada 2002, kapas ditumbuhkan di 330.000 km² ladang, 47 miliar pon kapas mentah seharga 20 miliar dolar AS ditumbuhkan tahun tersebut.

Harga Kapas

Harga kapas global melanjutkan pertumbuhan di awal 2018 setelah di tahun lalu mengalami kenaikan tertinggi diantara komoditas pertanian lainnya.

Harga kapas melemah tipis 0,97 poin atau 1,17% menjadi US$81,68 sen per pon di bursa ICE New York. Kendati melemah, tercatat sepanjang tahun, harga tumbuh 2,52% secara year to date (ytd).

Tahun lalu, kapas menjadi komoditas yang paling menguntungkan di antara komoditas pertanian lainnya. Kapas memimpin dengan kenaikan 11% seiring dengan permintaan yang tumbuh pada ekspor AS sebagai negara eksportir kapas terbesar di dunia.

Memasuki tahun baru 2018, harga ditutup di level US$78 sen per pon, reli 10 sesi berturut—turut, beruntun terbaik sejak 1998.

Penguatan harga kapas telah dipicu oleh persediaan yang menipis dari India, negara produsen kapas terbesar di dunia. Menipisnya persediaan tersebut menyebabkan kekurangan di pasar global dan mengangkat harga kapas global mendekati level tertinggi dalam 3 tahun.

Kondisi ini berlanjut menguntungkan Amerika Serikat, Brasil, dan beberapa pemasok utama lainnya dalam meningkatkan pangsa pasar mereka, terutama di Asia.

Berdasarkan data U.S Departemen Agriculture (USDA), AS telah berkomitmen untuk menjual 678.720 bal kapas ke Bangladesh pada musim ini, jauh dari dua kali lipat kuantitas yang terjual setahun sebelumnya.

Bangladesh telah muncul sebagai pembeli terbesar kapas India berkat harga yang kompetitif dan biaya pengiriman yang lebih rendah. Negeri Bangla menghabiskan hampir separuh kebutuhan impor tahunannya dari 7 juta bal dari India.

Berdasarkan data Departemen Pertanian AS (USDA), perkiraan global kapas pada musim 2017/2018 diperkirakan akan naik 7% menjadi lebih dari 120 juta bal. Perkiraan produksi naik di sebagian besar negara produsen utama.

Produksi AS lebih tinggi 10% lantaran kondisi cuaca yang menguntungkan mendorong imbal hasil, terutama di Texas. Produksi China naik pada hasil panen dan luas panen yang lebih tinggi.

Adapun produksi di India naik hampir 5% sejak Mei karena panen di wilayah yang lebih tinggi, namun dalam beberapa bulan terakhir, ekspektasi hasil telah diturunkan karena masalah hama yang berkembang di akhir musim.

Dari segi konsumsi, USDA memaparkan bahwa konsumsi dunia terus meningkat lebih dari 4% yang sebagian besar didorong oleh permintaan dari China. Konsumsi juga cenderung meningkat sepanjang tahun di India, Vietnam, Bangladesh.

Related posts