Inilah Komoditas Utama di Jalur Sutra

Inilah Komoditas Utama di Jalur Sutra – Rempah-rempah merupakan salah satu bahan komoditas yang sangat umum dicari. Rempah-rempah yang di hasilkan Indonesia menjadi sebuah komoditas penting di jalur sutra. Jalur Sutra adalah jaringan rute perdagangan yang membentang dari kawasan Asia, Eropa, Timur Tengah, hingga Afrika. Berlangsung dari abad ke-2 SM hingga abad ke-18, Jalur Sutra adalah salah satu “tenaga penggerak” kebudayaan manusia karena berkontribusi pada kebudayaan, kepercayaan, hingga ilmu pengetahuan dan teknologi.

Inilah beberapa komoditas utama yang diperdagangkan di Jalur Sutra.

Inilah Komoditas Utama di Jalur Sutra

1. Sutra

Perdagangan sutra adalah salah satu alasan utama jalur ini disebut “Jalur Sutra”. Sebagai bahan pakaian, sutra diproduksi di China Kuno sekitar 3000 SM. Dipatok dengan harga tinggi, serba guna, dan tidak membebani para pedagang, sutra di masa tersebut adalah salah satu komoditas paling populer.

Bukan cuma di China, sutra juga adalah bahan pakaian mewah yang dipakai oleh kaum elite dan politikus Romawi Kuno. Lalu, saat sutra dibawa ke kawasan Mediterania, para “desainer” di Damsyik menciptakan tenunan sutra yang hingga saat ini dikenal sebagai “Damask” (دمشق‎).

Lebih dari sekadar pakaian, umat Buddhis menganggap sutra sebagai bagian dari ritual keagamaan, dan kanvas untuk lukisan. Selain itu, Dinasti Tang/唐朝 (618-907) menetapkan sutra sebagai salah satu instrumen pembayaran pajak!

2. Kuda

Tidak ada mobil atau motor zaman dulu, sehingga kuda adalah moda transportasi utama. Pertama kali dibiakkan di Botai (Kazakhstan), Asia Tengah sekitar 3700 SM, kuda dijual di Jalur Sutra sebagai transportasi, hewan ternak, hingga kendaraan perang. Tidak sembarangan, kuda yang terkenal umumnya berasal dari Mongolia dan Tibet.

Kuda juga melambangkan status. Semakin elok perawakan kuda yang ditawarkan, maka semakin tinggi nilai sutra yang harus diberikan! Dalam makam Kaisar Dinasti Qin, Qin Shi Huang/秦始皇 (259 SM–210 SM), selain patung terakota 8.000 tentara, terdapat juga 520 kereta kuda dan 150 pasukan kavaleri yang “menjaga makam”.

Baca Juga :Komoditas Pengembangan Jagung dan Kedelai 

3. Kertas

Ditemukan di China pada abad ke-2 Masehi, kertas menyebar di benua Asia seiring dengan penyebaran agama Buddha. Lalu, lewat Pertempuran Talas antara Dinasti Tang melawan Kekhalifahan Abbasiyah dan Kekaisaran Tibet pada 751, kertas juga diperkenalkan kepada kebudayaan Islami.

Khalifah ke-5 di Kekhalifahan Abbasiyah, Harun ar-Rashid/هَارُون الرَشِيد membangun pabrik kertas di Baghdad pada 794 M dan menyebar hingga ke Mesir, Afrika Utara. Lalu, kaum Muslim Andalusia memperkenalkan kertas kepada bangsa Spanyol pada abad ke-13 dan berdirilah pabrik kertas pertama di Xàtiva.

Di zaman Jalur Sutra, para pedagang membawa dokumen berbahan kertas sebagai izin masuk wilayah. Lalu, fungsi terpenting dari kertas adalah sebagai dokumentasi segala pemikiran, kebudayaan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan agama.

4. Rempah-rempah

Lewat Jalur Sutra, rempah-rempah juga menjadi komoditas berharga tinggi. Bukan cuma untuk memasak, rempah-rempah juga digunakan dalam upacara keagamaan dan obat. Tidak seperti sutra yang diproduksi dari ulat sutra (B. mori), rempah hanya tumbuh di lingkungan spesifik, sehingga tidak kalah mahal! Rempah yang umum dijual adalah:

Kayu manis
Cassia
Kapulaga
Jahe
Merica
Pala
Adas bintang
Cengkih
Kunyit