Harga Komoditas Turun

Harga Komoditas Turun

daftarhargakomoditas.web.id Setiap turunnya harga sebuah komoditas,akan berdampak pada suatu penghasilan negara. Kali ini adalah artikel yang membahas tentang penurunan harga komoditas di Indonesia. Berikut artikel tentang harga komoditas.

Komoditas didefinisikan sebagai barang dasar berwujud yang digunakan dalam perdagangan yang dapat dipertukarkan dengan produk lain yang bernilai sama atau sepadan, di mana barang tersebut diperlakukan setara tanpa memperhatikan siapa yang memproduksinya.Dalam ilmu ekonomi, istilah komoditas digunakan secara khusus untuk menyebut kelompok barang atau jasa ekonomi yang memiliki kesepadanan penuh atau sebagian tetapi bersifat substansial. Dalam memperlakukan komoditas ini, pasar tidak memperhatikan merek dan produsen yang memproduksinya. Sebagai gambaran sebut saja gandum. Dari rasanya, pasar tidak akan pusing mempermasalahkan siapa yang memproduksi komoditas tersebut. Apakah seorang budak Rusia, petani Perancis, ataukah kapitalis Inggris? Pasar memperlakukan komoditas tersebut secara sepadan

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan pajak di semester I 2019 cenderung melambat. Pada periode Januari-Juni 2019, sektor pertambangan tumbuh minus sebesar 14 persen jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 2018 yang mencapai 80,3 persen.
Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Robert Pakpahan mengatakan, faktor utama yang menyebabkan kontraksi sektor pertambangan ini adalah penurunan harga komoditas tambang di pasar global. “Tekanan terbesar dihadapi oleh 2 subsektor utama yaitu pertambangan batu bara dan pertambangan bijih logam,” tuturnya di Bali, Jumat (2/8/2019).
Selain itu, faktor yang membuat kinerja sektor pertambangan ialah pertumbuhan restitusi yang mencapai 11 persen atau adanya pengembalian pajak akibat putusan pengadilan yang memenangkan Wajib Pajak (WP).

Baca Juga : 2 Komoditas Indonesia yang Tembus Pasar Mancanegara

Sementara itu, pada periode Januari-Juni 2019, pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan sebesar 23,1 persen atau melampaui kinerja periode yang sama 2018 atau tumbuh 10,7 persen. Adapun kondisi ini didukung oleh masifnya pembangunan infrastruktur pendukung.
Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan Robert Pakpahan bercerita seluk beluk perpajakan di tengah era digital. Perkembangan ekonomi digital yang begitu pesat membuat sektor perpajakan harus berevolusi.
Robert mengungkapkan, tidak hanya di Indonesia, evolusi sektor perpajakan juga dilakukan di seluruh dunia. Pajak di sektor digital telah menjadi sebuah isu digital.
“Isu ekonomi digital itu isu aktual saat ini sering dibahas. Termasuk perpajakan. Tidak hanya Indonesia, tapi dunia,” kata dia dalam sebuah acara diskusi bertajuk Taxtation on Digital Economy, di Kawasan SCBD, Jakarta, pada Rabu 17 Juli 2019.

Related posts